Rindu Rasul, Adakah Di Hati? (Part 1)


Berbeda dengan pendapat umum yang menyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada tanggal 12 rabiul awal, Syekh Shafiyurrohman Al Mubarakfuri dalam kitabnya yang sangat fenomenal,  Ar rahiqul Makhtum berpendapat bahwa Rasulullah lahir pada tanggal 6 Rabiul awwal. Tapi tulisan ini bukan untuk membahas khilaf yang berada di tengah ummat. Karena apapun, kerinduan pada bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudahlah mesti terbit di ufuk hati kita melampaui tiap khilaf yang kerap memecah kesatuan hati kita.

Rindu pada rasul, pernah pula melampaui logika dan menguji iman. Dalam sebuah hadits yang disampaikan oleh Jabir bin Abdullah rodiyallhu’anhu dan diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari no 876 bahwa di masa lampau sebelum Masjid Nabawi memiliki mimbar, dan jumlah kaum muslim belum terlalu banyak, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam  selalu berkhotbah dengan berdiri di atas salah satu batang pohon kurma. Hingga akhirnya seorang wanita dari kaum anshor  berkata pada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah bolehkah aku buatkan anda tempat tuntuk duduk? Anakku adalah seorang tukang kayu.”  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,  “Terserah kamu.”  Maka wanita itu pun membuatkan mimbar untuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca selengkapnya »

Analisa Perkembangan Perekonomian Syariah Di Kota Cilegon

1. PENDAHULUAN
Secara konstitusional setidaknya ekonomi syariah mulai diakui eksistensinya oleh pemerintah dengan diberlakukannya UU No.10 tahun 1998 yang merupakan penyempurnaan UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan. Kemudian dengan UU tersebut memungkinkan terbentuknya suatu bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah.

Disamping itu dengan adanya regulasi seperti ini, perkembangan Lembaga-lembaga keuangan berbasis ekonomi syariah pun dapat berekmbang makin marak. Terbukti dengan banyaknya bank-bank konvensional yang membuka kantor cabangnya yang melakukan kegiatan perbankan berdasarkan prinsip syariah.

Melalui Kebijakan ini pun, pengembangan lembaga keuangan syariah memiliki prospek yang semakin cerah, sehingga diharapkan bank syariah dapat bersaing dengan bank konvensional dalam memberikan kualitas pelayanan dan keuntungan finansial. Termasuk yang terpenting berkontribusi menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Melihat perkembangan lembaga keuangan syariah yang sangat prospektif seperti ini menimbulkan peningkatan jumlah lembaga keuangan syariah dan penyebarannya pun makin luas, bukan hanya di kota-kota besar, tapi juga telah merambah ke banyak daerah-daerah. Termasuk daerah tersebut adalah kota Cilegon, yang akan penulis bahas secara khusus dalam tulisan ini.

2. PROFIL SINGKAT KOTA CILEGON
Kota Cilegon terbentuk pada tahun 1999 berdasarkan UU No. 15 tahun 1999 tanggal 27 April 1999 tentang pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon, status Kota Administratif Cilegon berubah menjadi Kotamadya Cilegon. Kota Cilegon memiliki visi kota mandiri dan berwawasan lingkungan. Selain itu kota Cilegon juga sebagai kota baja, dimana terdapat perusahaan pengolahan baja terbesar di Indonesia, yaitu PT. Krakatau Steel yang merupakan perusahaan BUMN.

Baca selengkapnya »

Membangun Pemuda Rabani yang Syakiriin

Pemuda adalah bagian dari masyarakat yang memilki pengaruh vital bagi perkembangan sebuah masyarakat, baik perkembangan itu dalam bentuk positif atau negatif. Dalam sejarah pun hal ini telah terbukti, bahwa pemuda-lah pemegang panji-panji perubahan.  Menurut As Syahid Imam Hasan Al-Banna perjuangan dan perubahan hanya akan optimal jika dijalankan oleh para pemuda, lebih jauh Hasan Al-Banna menjelaskan bahwa sebuah perjuangan hanya akan berhasil jika didasari oleh keimanan, keikhlasan, semangat dan kemauan yang kuat. Hal ini tidak terdapat kecuali pada diri pemuda.

Sejarah terlanjur percaya bahwa kepada pemudalah sebuah perubahan dapat diperjuangkan. Tapi fakta sejarah pun menunjukkan bahwa tidak semua pemuda dapat melakukan perubahan tersebut. Hanya pemuda-pemuda yang berpikir besar sajalah yang dapat memegang peranan penting sebuah perubahan, yakni pemuda rabani yang selalu berorientasi pada Allah dalam setiap aktivitas dan mengamalkan akhlak-akhlak mulia, teguh terhadap yang diyakininya dan semangat untuk mengamalkan serta mendakwahkannya.


Pengertian Rabani 
Ar-Rabbani berasal dari kata rabb,dengan tambahan alif dan nun di belakangnya sebagai bentuk mubalaghah (tingkat berlebihan) yang berarti pendidik, atau embina. Dalam KBBI kata rabani diartikan sebagai sebuah hal yang berkenaan dengan Tuhan. Sedangkan Ibnu Mandzur (1233-1312) dalam Lisanul ‘Arab mendefinisikan bahwa Ar-Rabbani adalah hamba yang mempunyai pengetahuan tentang Tuhan, yang selalu disebut orang sebagai ulama yang mengajarkan ilmu yang ringan-ringan sebelum ilmu yang sulit-sulit, dan orang seperti itu ilmu agamanya bagus dan imannya kuat. Definisi ini juga yang dijelaskan oleh Imam Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya, al Jami’ li ahkamil Quran, bahwa Ar-Rabbani adalah penisbatan kepada Ar- Rabb, yang berarti seorang ulama ahli agama yang mengamalkan ilmunya dijalan Allah. Selain itu Abu Hamid Al-Ghazali mengatakan arti rabani adalah orang yang dekat dengan Allah.

Baca selengkapnya »

Kisah Sang Malam



Kepekatannya yang muram, hawa dinginnya yang menusuk, sama sekali tak dapat mengalahkan rasa dukanya. Hatinya diselimuti awan kelabu. Bagaimana tidak? Dulu sang malam adalah makhluk istimewa, melalui dirinyalah mutiara dan berlian kehidupan tersingkap dan  doa-doa terijabah.

Tapi kini, taburan mutiara dan kilauan berlian itu berhambur, tersia bersama dengkuran pecinta-pecinta dunia. Kini, dengan hati yang terkecewa dengan sangat, sang malam ingin sampaikan tentang dirinya pada manusia-manusia itu. Pada setiap manusia yang memeluk erat bantal dan gulingnya, bergeliat manja dibalik selimut-selimut hangatnya. Bersembunyi dibalik rapat pintu kamar mereka.

Padahal sang malam telah menyerukan dibalik keheningan dan kepekatannya bahwa dialah pembawa cinta suci Allah dan Rasul-Nya. Pembawa pesan dari Rasululullah Muhammad bahwa Sesungguhnya di surga terdapat sebuah kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Yang disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam.

Baca selengkapnya »