Maka, Berhusnudzonlah!...

Ibnu Sina, cendekiawan Islam masyhur yang terkenal dengan kitab asy syifa’ nya itu pernah berkata, bahwa kenabian itu bisa diusahakan. Kenabian adalah hasil dari ilmu dan amal sholeh. Begitu kira-kira pendapat dari Ibnu Sina. Dikemudian hari lantaran pendapat ini Ibnu Sina kemudian divonis sesat oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. 

Ternyata bukan hanya Ibnu Sina yang berpendapat bahwa kenabian bisa diupayakan, Ibnu Hibban, Ulama hadits yang sangat ‘alim itu pun memiliki pendapat yang sama. Hingga Imam Adz Dzahabi pernah berkomentar tentangnya, tapi berbeda dengan Ibnu Taimiyah yang langsung memberikan vonis kafir. Adz Dzahabi hanya berkata bahwa Ibnu Hibban adalah seorang ulama yang sangat faqih, tidak mungkin beliau berkata tanpa sesuatu maksud, maka berhusnudzon bagi kita pada seorang ulama adalah lebih baik.

Ada peristiwa menarik lagi yang terjadi pada Imam Yahya bin Mun’im. Suatu hari sang Imam melihat seorang gadis cantik yang sedang berjalan dengan para murid-muridnya. Sang imam kemudian berkata, “Sesungguhnya Allah bershalawat atas gadis cantik itu.” Sang murid terperanjat kaget, “Apa maksud pernyataan anda wahai guru kami.” Sang imam hanya menjawab, “Sesungguhnya Allah bershalawat atas setiap keindahan.”

Baca selengkapnya »

Akhir Perjalanan Sang Perantau

Orang asing bukanlah orang yg merantau ke negeri syam atau yaman.
Tp orang asing adalah org yg merantau ke kuburnya bersama kain kafan
 
Sungguh si perantau punya hak yang harus dipenuhi
Oleh tuan rumah yang daerahnya sedang dilalui

Janganlah kau hardik orang asing ketika sedang dalam perantauan
Karena masa telah menghardiknya dg kehinaan dan banyak cobaan

Perantauanku jauh, padahal bekalku tidak mencukupi
Kekuatanku semakin rapuh, sedang mati terus meminta diri
 
Aku tentu punya banyak sisa dosa, yang aku tak mengetahuinya
Dosa saat sendiri, maupun saat bersama, tapi Alloh pasti mengetahuinya
 
Betapa sayangnya Alloh padaku, krn telah menangguhkan hukuman-Nya
Bahkan Dia tetap menutupi dosaku,  meski aku terus melakukannya

Baca selengkapnya »

Syair Imam Syafe'i

Sebuah syair menarik dari salah satu ahli fiqih terbaik yang pernah dimiliki Islam, Imam Syafe'i. berjudul ilaika (Pada Mu), dibawah ini teks lengkapnya setelah diterjemahkan,

Padamu ya Allah
Ku persembahkan kepada Mu Tuhan sekalian makhluk harapanku
Sekalipun aku seorang yang berdosa wahai Yang Maha Pemberi dan Pemurah
Tatkala keras hatiku dan sesak perjalanan hidupku
Kujadikan rayuan daripadaku sebagai jalan mengharap keampunan Mu
Maka bilamana engkau memiliki keampunan menghapuskan dosa yang berterusan ini
Kurniaan Mu dan Keampunan Mu adalah rahmat dan kemuliaan

Baca selengkapnya »

Apakah Benar Engkau Pejuang?

Berikut salah satu nasyid favorit saya, dari Qathrunnada, judulnya seperti yang sudah tertera APAKAH BENAR ENGKAU PEJUANG?, jujur nadanya tidak terlalu enak tapi liriknya mantap, terutama untuk para 'pejuang', selamat merenungkan...   

Engkau ingin berjuang,
Tapi tidak mampu menerima ujian
Engkau ingin berjuang,
Tapi engkau rosak oleh pujian
Engkau ingin berjuang,
Tapi tidak sepenuhnya menerima pimpinan

Engkau ingin berjuang,
Tapi tidak begitu setia kawan
Engkau ingin berjuang,
Tapi tidak sanggup berkorban
Engkau ingin berjuang,
Tapi ingin jadi pemimpin
Engkau ingin berjuang,
Menjadi pengikut agak segan

Baca selengkapnya »