(Lebih Dari Sekedar) Kisah Sebuah Hadiah iPhone 5

Dalam sebuah browsing tak tentu arah, tak sengaja penulis dapati sebuah kisah menarik dan inspiratif tentang bagaimana seharusnya kita berkomunikasi dan memanfaatkan tools-tools komunikasi di zaman-zaman saat ini. Penulis copas dan share di blog ini, semoga rekan-rekan pengunjung blog mendapatkan manfaat dan pelajaran dari kisah ini. Check this out...




iPhone 5 adalah simbol gadget terdepan abad ini. Namun kali ini saya akan meceritakan sesuatu yang sedikit berbeda. Bukan dari sisi teknologinya, atau dari sisi model bisnis Apple yang luar biasa. Cerita ini jauh lebih sederhana daripada semua itu. Dan saya harap cerita ini dapat menginspirasi Anda.

Janell Burley Hofmann adalah seorang ibu dari anak berusia 13 tahun bernama Gregory. Akhir tahun lalu, sang ibu memutuskan untuk memberikan hadiah sebuah iPhone 5. Namun menariknya, Janell memberikan sebuah kontrak perjanjian bersama dengan hadiah canggih tersebut. Isi kontraknya adalah 18 point perjanjian, dan Gregory harus memenuhinya jika ingin menggunakan smartphone keluaran Apple tersebut. Berikut adalah versi terjemahan bebas point-point perjanjian antara ibu dengan anak tersebut:

Baca selengkapnya »

Dialog Menarik Syekh Al Buthi dan Syekh Al Albani

Sebuah dialog menarik antara Asy Syahid Said Ramadhan Al Buthi Rahimahullah dengan Muhaddits Syaikh Muhammad Nashruddin Al Albani Rahimahullah tentang ijtihad dan taqlid, yang didokumentasikan dalam kitab al-Lamadzhabiyyah Akhthar Bid’ah Tuhaddid asy-Syari’at al-Islamiyyah karya Syaikh Al Buthi Rahimahullah. Tulisan ini diposting oleh islampos.com, karena menarik dan penuh ibroh penulis tertarik untuk mereposting dalam blog. Berikut dialog tersebut, penulis turunkan dialog ini apa adanya, seperti dalam situs islampos.com Selamat menyimak.



Syaikh al-Buthi bertanya: “Bagaimana cara Anda memahami hukum-hukum Allah, apakah Anda mengambilnya secara langsung dari al-Qur’an dan Sunnah, atau melalui hasil ijtihad para imam-imam mujtahid?”

Al-Albani menjawab: “Aku membandingkan antara pendapat semua imam mujtahid serta dalil-dalil mereka lalu aku ambil yang paling dekat terhadap al-Qur’an dan Sunnah.”

Syaikh al-Buthi bertanya: “Seandainya Anda punya uang 5000 Lira. Uang itu Anda simpan selama enam bulan. Kemudian uang itu Anda belikan barang untuk diperdagangkan, maka sejak kapan barang itu Anda keluarkan zakatnya. Apakah setelah enam bulan berikutnya, atau menunggu setahun lagi?”

Al-Albani menjawab: “Maksud pertanyaannya, kamu menetapkan bahwa harta dagang itu ada zakatnya?”

Baca selengkapnya »

Catatan Penting Seputar MUBES BaSE FORUM

Alhamdulillah, tanggal 17 Februari 2013 lalu, MUBES BaSE FORUM akhirnya dapat terlaksana. Walaupun jauh dari ideal, setidaknya suksesi kepemimpinan dapat berjalan dengan baik dan yang terpenting AD/ART sebagai acuan organisasi telah disepakati. 

Namun ada beberapa catatan penting yang sangat perlu untuk diperhatikan dan dijadikan pelajaran dalam MUBES BaSE FORUM kemarin,

1. Dalam sebuah musyawarah adalah hal yang sangat lumrah untuk beradu pandangan/argumentasi, bahkan dalam beberapa hal seperti itu perlu dilakukan. Namun yang terpenting dalam menyampaikan pendapat adalah bahwa pendapat-pendapat yang disampaikan bukan untuk/karena menunjukkan kehebatan-kehebatan diri atau menunjukkan pengaruh-pengaruh diri, tapi untuk kebaikan dan kemajuan organisasi. Karena itu sangat penting ketika mengawali dan mengikuti musyawarah untuk mensterilkan hati kita dari kepentingan pribadi atau kelompok.Musyawah adalah sebuah mekanisme pengambilan keputusan yang sangat mulia dalam Islam, dan menjadi salah satu sarana yang baik untuk memperoleh pahala, jangan sampai kebaikan-kebaikan dari aktivitas musyawarah menjadi hilang dari kita karena tidak lurus dan tulusnya hati kita.

Baca selengkapnya »

Integritas Pemuda Dan Masa Depan Bangsa

William Clement Stone (1902-2002), seorang penulis dan pengusaha sukses Amerika Serikat berkata, “Berani berkata tidak. Berani menghadapi kebenaran. Lakukan yang benar karena benar. Ini adalah kunci ajaib menjalani hidup dengan integritas.” Integritaslah yang kemudian menjadi jalan kesuksesan dari seorang William Clement Stone hingga beliau menyumbangkan tidak kurang dari 275 Juta dollar Amerika bagi kemanusiaan.

Dalam konteks kebangsaan kita, integritas adalah hal vital yang telah lama terlupakan atau mungkin dilupakan oleh para politisi, termasuk di dalamnya adalah para pemimpin mulai dari tingkat daerah sampai pusat, maka kini kita telah saksikan bersama realitas bangsa ini; korupsi yang merajalela, abuse of power (penyalahgunaan wewenang), inefisiensi birokrasi ditambah dengan sangat rapuh dan diskriminatifnya penegakan hukum.

Padahal, Kemajuan atau kemunduran suatu bangsa banyak ditentukan oleh seberapa besar integritas yang dimiliki oleh para pemimpinnya. Jika suatu negara dipimpin oleh pemimpin dengan integritas yang rendah, maka dengan mudahnya pemimpin tersebut akan melakukan penyelewengan kekuasaan demi kepentingan pribadi dan atau kelompoknya.

Baca selengkapnya »