![]() |
| Voltaire (1694-1778) |
Voltaire dan Fragmen Drama Muhammad (shalallahu’alaihi wa sallam) Sang Nabi
Gairah Hidup Seorang Van Gogh
Membaca sebuah novel biografi menciptakan kesenangan sendiri. Selain kita tidak dihantui rasa jenuh dalam membaca sebuah biografi kita juga akan di sajikan dengan keindahan sentimentil khas sastra. Dan Irving Stone telah menggambarkan jalan hidup salah satu pelukis terbaik dunia, Vincent Van Gogh dengan teratur dan indah dalam sebuah novelnya; Lust of life. Membaca novel Lust of Life karya Irving Stone membuat saya ikut merasakan tiap kepiluan, ketakutan dan kecemasan yang dialami Van Gogh dalam hidupnya yang begitu naas. Seorang pelukis berbakat yang terasing selama hidupnya.
Dalam
perjalanan hidup Van Gogh terungkap jelas, bahwa sudah semestinya seseorang
hanya mengekspresikan apa yang diminati oleh dirinya. Sekalipun terlambat
menyadarinya, Van Gogh tetap berjuang membuktikan pada dunia bahwa dirinya
adalah pelukis sejati. 10 Tahun melukis dengan hanya 1 lukisan terjual tidak
membuat seorang van gogh ragu dengan bakatnya. Satu-satunya penghalang van gogh
adalah kegersangan ide saat semua hal telah dia lukis. dan bagi seorang
pelukis, tanpa ide-ide atau imajinasi berarti adalah kematian yang
sesungguhnya.(Lebih Dari Sekedar) Kisah Sebuah Hadiah iPhone 5
Dalam sebuah browsing tak tentu arah, tak sengaja penulis dapati sebuah kisah menarik dan inspiratif tentang bagaimana seharusnya kita berkomunikasi dan memanfaatkan tools-tools komunikasi di zaman-zaman saat ini. Penulis copas dan share di blog ini, semoga rekan-rekan pengunjung blog mendapatkan manfaat dan pelajaran dari kisah ini. Check this out...
iPhone 5 adalah simbol gadget terdepan abad ini. Namun kali ini saya akan meceritakan sesuatu yang sedikit berbeda. Bukan dari sisi teknologinya, atau dari sisi model bisnis Apple yang luar biasa. Cerita ini jauh lebih sederhana daripada semua itu. Dan saya harap cerita ini dapat menginspirasi Anda.
Janell Burley Hofmann adalah seorang ibu dari anak berusia 13 tahun bernama Gregory. Akhir tahun lalu, sang ibu memutuskan untuk memberikan hadiah sebuah iPhone 5. Namun menariknya, Janell memberikan sebuah kontrak perjanjian bersama dengan hadiah canggih tersebut. Isi kontraknya adalah 18 point perjanjian, dan Gregory harus memenuhinya jika ingin menggunakan smartphone keluaran Apple tersebut. Berikut adalah versi terjemahan bebas point-point perjanjian antara ibu dengan anak tersebut:
Dialog Menarik Syekh Al Buthi dan Syekh Al Albani
Sebuah dialog menarik antara Asy Syahid Said Ramadhan Al Buthi Rahimahullah dengan Muhaddits Syaikh Muhammad Nashruddin Al Albani Rahimahullah tentang ijtihad dan taqlid, yang didokumentasikan dalam kitab al-Lamadzhabiyyah Akhthar Bid’ah Tuhaddid asy-Syari’at al-Islamiyyah karya Syaikh Al Buthi Rahimahullah. Tulisan ini diposting oleh islampos.com, karena menarik dan penuh ibroh penulis tertarik untuk mereposting dalam blog. Berikut dialog tersebut, penulis turunkan dialog ini apa adanya, seperti dalam situs islampos.com Selamat menyimak.
Syaikh al-Buthi bertanya: “Bagaimana cara Anda memahami hukum-hukum Allah, apakah Anda mengambilnya secara langsung dari al-Qur’an dan Sunnah, atau melalui hasil ijtihad para imam-imam mujtahid?”
Al-Albani menjawab: “Aku membandingkan antara pendapat semua imam mujtahid serta dalil-dalil mereka lalu aku ambil yang paling dekat terhadap al-Qur’an dan Sunnah.”
Syaikh al-Buthi bertanya: “Seandainya Anda punya uang 5000 Lira. Uang itu Anda simpan selama enam bulan. Kemudian uang itu Anda belikan barang untuk diperdagangkan, maka sejak kapan barang itu Anda keluarkan zakatnya. Apakah setelah enam bulan berikutnya, atau menunggu setahun lagi?”
Al-Albani menjawab: “Maksud pertanyaannya, kamu menetapkan bahwa harta dagang itu ada zakatnya?”

